Begitu gaun pertama sudah dikenakan, salah satu pegawai membuka tirai bilik fitting itu untuk memperlihatkan sosok Nana yang mengenakan gaun pesta malam kepada Tora yang sedang duduk di kursi depan bilik. Wajah Nana tidak kuasa tersipu malu saat Tora menatapnya dengan senyum lebar yang membuat kedua lesung pipitnya mencekung semakin dalam. Pria itu bangkit berdiri dan melangkah menghampiri Nana, “Cantik sekali,” pujinya dengan tulus. Nana berdehem, “Be.. benarkah?” Tora mengangguk yakin, “Bagaimana menurutmu? Apa kau menyukainya?” “Ini sangat cantik. Tapi, aku rasa agak ‘maaf’ terlalu pendek.” Ucap Nana dengan bergerak tidak nyaman karena sebagian besar pahanya terekspos. Ia memang tidak terbiasa mengenakan pakaian terlalu minim seperti ini. Tora mengangguk mengerti, “Itu tidak masala

