“Mudah bagimu untuk berbicara.” Nana menatap Frans dengan raut kesal, “Bagaimana jika aku sudah tidak tinggal di sini? Bagaimana jika nanti masalah ini sudah selesai dan aku sudah kembali pada kehidupan normalku? Apakah kau bisa menjamin, aku bisa mendapatkan pekerjaan sebaik yang aku miliki sekarang? Pekerjaan utamaku ini sangat penting bagiku.” “Maaf, jika boleh bertanya, memangnya apa pekerjaan yang kau ceritakan itu?” Tanya Tora dengan berhati-hati. Nana mengeratkan rahangnya sebelum menjawab, “Quality Control dan Kasir super market.” “Hah..” Frans langsung tertawa kecil, hingga membuat Tora segera meliriknya dengan tatapan mengancam. Pelototan Tora membuat Frans tersadar dan langsung menghapus tawanya yang tidak sengaja timbul karena merasa lucu terhadap jawaban Nana yang mengatak

