Kedua tangan Frans mengepal sangat keras hingga baku-baku jarinya memutih. Cincin itu.. Apakah Tora akan melamar Nana? Apakah hubungan mereka sudah sejauh itu hanya dalam waktu beberapa minggu? Lalu bagaimana dengan Frans? Bagaimana dengan hatinya yang masih sangat terluka? “Aku harap kalian berdua menderita.” Geram Frans. Tora tertawa keras dengan tangisan di dalam hatinya yang tidak dapat disadari oleh Frans. Ia mengangkat wajahnya untuk menatap Frans tajam, “Apakah aku tidak boleh bahagia, Frans? Apakah kau tidak rela melihatku bahagia? Melihatku menang untuk sekali saja? Kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan. Semua orang lebih memilihmu. Kau adalah pusat perhatian. Kau mendapatkan semuanya. SEMUANYA!” Kemudian Tora berdiri dari duduknya, “SETIDAKNYA SISAKAN NANA UNTUKKU!” ser

