Part 22.

1012 Kata

Mobil sport warna hitam milik Alex kini berjalan meninggalkan halaman kampus. Ia melajukan mobilnya pelan saat melewati pintu gerbang dan menuju jalan raya. Jihan menatap Alex yang kini sedang sibuk menyetir. "Kita mau kemana?" tanya Jihan. "Kita keluar sebentar," jawab Alex tanpa menoleh. "Bukankah sebentar lagi kita ada pelajaran?" tanya Jihan. Mengingatkan Alex agar tidak lupa itu. "Aku tahu, tapi bicara denganmu lebih penting." Setelah mengatakan itu, Alex langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan tidak terlalu macet, membuat Alex dengan leluasa melewati jalan raya tersebut. "Ta-tapi?" Jihan menghentikan ucapannya karena melihat mata Alex yang sedang menatapnya. 'Maafkan aku, Jihan. Sungguh aku tak ada niat melakukan semua ini. Tapi, aku ingin sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN