23. Langkah Menuju Kebaikan

2341 Kata

Fatimah baru saja dari kediaman Almira, berharap bisa membujuk gadis itu kembali ke pondok, tapi ternyata dia terlambat. Bibi Juli memberitahukan jika Almira sudah berangkat ke Jakarta, membawa semua barang-barang sebab tidak berniat kembali ke Bogor lagi. Almira akan menetap di Ibu Kota, meninggalkan segala kenangan yang pernah terjadi padanya di Kota hujan ini. "Abang jahat banget!" Fatimah langsung marah-marah setibanya di rumah. Menangis mencari Uminya. "Abang jahat, Umi. Dia memaki Kak Almira di depan orang banyak. Dia menuduh Kak Almira yang mendorong ustadzah Aisyah dari tangga. Padahal aku dan temen-temen emang udah liat kalau Ustadzah sakit, dia mimisan pas ngajar. Mungkin kepalanya pusing, makanya nggak bisa jaga keseimbangan pas turun tangga." Memeluk Uminya, menangis tersedu-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN