22. Jakarta, aku Pulang.

2054 Kata

"Lo baik, Al?" tanya Hana ketika melihat Almira berkemas barang. Ada Bibi Juli juga di kamar itu, sedang melipat pakaian dan menata rapi semuanya ke dalam koper, wanita itu kelihatan sedih sekali mendengar keputusan Almira secara tiba-tiba. Bagaimana bisa Almira sudah memutuskan kembali ke Jakarta secepat ini. Padahal baru saja tadi pagi dia berharap Almira betah dan bahagia di pondok. "Kalau nggak bisa ninggalin tempat ini, nggak pa-pa di sini dulu. Gue juga nggak maksa lo ke pondok lagi. Tenangin diri dulu, baru berpikir lagi." "Nggak, gue udah nggak mau. Gue bakal tetap balik, nggak mau lagi ke Bogor. Sumpah ternyata tempat ini penuh luka buat gue, harusnya sejak awal gue nggak nekat ke sini!" Almira mengusap air matanya, memasukkan barang terakhirnya sebelum menutup kopernya. Dia dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN