Matahari sore tampak megah dengan semburat jingga yang menyelimuti langit di sekitarnya. Sinarnya yang sudah mulai meredup melukis langit dengan kecantikan yang memabukkan mata. Disana, dibawah langit senja itu. Duduklah Melisa di bawah pohon tanjung yang di tanam berjajar di pinggiran taman kampus itu. Dia tampak sedang menunggu seseorang. "Maaf, sudah membuatmu menunggu." Sapa seorang cowok dengan potongan rambut cepak. Dia memakai jeans dan kaos oblong yang terlihat santai. Tas punggung kecil tampak menempel di balik badannya. pemuda itu kemudian memberikan satu cup minuman pada Melisa. Melisa tampak tersipu saat menerima cup itu. "Nggak papa kok Kak. Nggak lama juga." Jawab Melisa malu-malu. Dia mencuri pandang pada pemuda yang kemudian duduk di sampingnya itu. Mereka duduk dalam d

