BAB 32

1283 Kata

Matahari sore tampak megah dengan semburat jingga yang menyelimuti langit di sekitarnya. Sinarnya yang sudah mulai meredup melukis langit dengan kecantikan yang memabukkan mata. Disana, dibawah langit senja itu. Duduklah Melisa di bawah pohon tanjung yang di tanam berjajar di pinggiran taman kampus itu. Dia tampak sedang menunggu seseorang. "Maaf, sudah membuatmu menunggu." Sapa seorang cowok dengan potongan rambut cepak. Dia memakai jeans dan kaos oblong yang terlihat santai. Tas punggung kecil tampak menempel di balik badannya. pemuda itu kemudian memberikan satu cup minuman pada Melisa. Melisa tampak tersipu saat menerima cup itu. "Nggak papa kok Kak. Nggak lama juga." Jawab Melisa malu-malu. Dia mencuri pandang pada pemuda yang kemudian duduk di sampingnya itu. Mereka duduk dalam d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN