BAB 46

1142 Kata

Pagi itu tampak normal seperti pagi-pagi yang lain. Bedanya hanya ada beberapa orang di kediaman Nofian yang masih disana dan akan ikut sarapan bersama. Termasuk keluarga Adhynata. "Tidak liburan disini dulu Di?" Tanya Abraham pada sepupunya itu setelah mereka selesai menyantap hidangan pokok di meja makan. "Enggak lah. Kapan-kapan saja. Besok kan sudah harus kerja lagi. Lagi sibuk-sibuknya disana." Jawab Adhynata menimpali. "Kamu sudah mulai tua Di, sudah saatnya kamu mencari penerus." Kata Abraham. Meski itu adalah perusahaannya, namun pengelolaan disana dipegang penuh oleh Adhynata. Abraham sama sekali tidak ikut campur. "Yah.. Mau bagaimana. Anakku masih sekolah semua. Adik-adikku tidak ada yang kompeten. Jadi ya... Harus aku yang pegang. Paling tidak sampai si sulung lulus kuliah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN