Senin kembali menyapa. Kesibukan yang sudah menanti harus disambut dengan tangan terbuka. Termasuk Melisa, yang sedari pagi sudah berkutat dengan buku catatannya. Hari ini ada kuis di mata pelajaran yang paling malas diikuti Melisa. Tapi, dia tidak mau mengecewakan ayahnya jika sampai mendapat nilai buruk. Melisa sebenarnya memang anak yang manis. "Lis, Angel mana? Kok belum nongol? Udah hampir masuk juga." Kata salah seorang temannya. Melisa gelagapan mendapat pertanyaan yang sebenarnya biasa saja itu. Namun karena situasinya yang memang luar biasa, Melisa jadi kalang kabut dibuatnya. "Ahh.. Itu.. Aku nggak tahu." Jawab Melisa akhirnya karena tidak menemukan alasan yang pas untuk ketidak hadiran Angela. "Masa nggak tahu? Biasanya kan kalian bareng terus." Kata temannya lagi. "Memangny

