Melisa menatap nanar pada apa yang dilihatnya pada ponsel Angela. Dia tidak pernah menyangka akan melihat hal seperti ini di handphone orang yang paling dia percayai. Bulir-bulir bening air mata mulai meluncur dari kedua matanya yang memerah. Dia ingat betul. Pada tahun pertamanya di bangku kuliah, dia pernah dikucilkan oleh teman-temannya karena kasus foto tidak senonoh yang beredar di buletin kampus. Banyak sekali foto Melisa dengan pose memalukan yang tersebar luas disana. Tidak ada yang percaya saat Melisa mengatakan kalau dia tidak tahu menahu tentang foto itu. Padahal jelas sekali kalau itu semua foto candid. Tapi semua orang lebih percaya pada anonim yang mengepos foto-foto itu kalau Melisa dengan sengaja menyebar foto-foto itu untuk mencari popularitas. Saat-saat itu adalah masa

