Anita berusaha menguasai ekspresinya. Dia tidak ingin melibatkan perasaan yang tidak perlu pada pekerjaan. Karena sekarang dia sedang bekerja. Berperan menjadi istri Abraham yang sempurna. “Rosalin, Wahyu, Evan, perkenalkan, dia adalah Anita. Istri saya.” Kata Abraham melanjutkan acara perkenalan itu. “Anita yang selanjutkan akan lebih sering mengerjakan pekerjaan saya. Saya ingin menikmati hari tua.” Kata Abraham sembari tertawa dengan suara renyah yang terdengar damai. Tampak normal. Tidak terlihat seperti orang yang sedang sekarat. “Senang berkenalan dengan anda, Nyonya.” Kata Rosalin dengan sopan. Dia terlihat sangat profesional dan dapat diandalkan. “Jangan sungkan untuk bertanya pada saya, Tante. Saya orang paling gaul di kantor ini.

