"Diam!!" Sebuah tangan tiba-tiba membekap Anita. Dia tadi sangat terkejut karena orang dibalik pohon itu tiba-tiba melompat ke hadapannya. Makanya dia spontan berteriak. Anita memandang orang di depannya itu dengan seksama. "Barra?" Kata Anita dengan keterkejutan yang sangat terlihat di wajahnya. Barra dengan spontan mundur menjauh dari Anita. Karena gadis itu adalah orang terakhir yang ingin ditemuinya. Anita tertawa kecil melihat kehadiran Barra. "Sudah selesai main kabur-kaburannya?" Tanya Anita. Dia sudah menebak Barra tidak akan mungkin bisa bertahan lama tanpa sokongan dari ayahnya. "Sialan! Jangan memandang rendah padaku!" Kata Barra yang segera pergi dari hadapan Anita. Dia tidak ingin berlama-lama dengan gadis yang sangat dibencinya itu. Anita mengendikkan bahu tidak peduli.

