"Kau seperti tidak tahu ayahku saja. Ayah pasti tidak betah jika harus meninggalkan kapalnya," sahut Nayma dengan wajah polosnya. Arash mengernyit, tidak mengerti kenapa Nayma malah membawa nama ayahnya, padahal tadi Arash menawarkannya pada Nayma sendiri. "Dia terbiasa hidup berpindah-pindah. Di sini memang menyenangkan, banyak makanan enak dan hal aneh yang membuatku penasaran," lanjut Nayma tak urung membuat Arash tersenyum. "Maksudku kau saja yang tinggal di sini," ulang Arash agar Nayma bisa mengerti maksud perkataannya. "Tidak mungkin, jangan berbicara hal tidak masuk akal seperti itu. Di sini tidak ada satu orang pun keluargaku, apa yang bisa kulakukan di sini?" tanya Nayma. Arash terkekeh setelah mendengar jawaban Nayma. Entah karena perkataannya yang tidak tepat sasaran atau m

