Nayma masih tidak berani menatap wajah Arash saat lelaki itu membawanya pulang ke rumahnya. Hari sudah gelap saat mereka memasuki kediaman rumah Arash yang terlihat sepi. Mungkin Dax dan para prajurit sedang berpencar untuk menjaga keamanan desa mereka. "Istirahatlah di kamarku, aku akan segera kembali," kata Arash dan meninggalkan Nayma di kamarnya. Mata Nayma mengedar, menatap sekeliling kamar Arash yang beraroma khas, seperti perpaduan antara aroma kayu cendana dan mint. Wanginya menenangkan pikiran. Seperti ruangan lainnya, kamar ini terasa sejuk. Mungkin karena dindingnya yang terbuat dari tanah. Tidak ada hal istimewa di kamar Arash ini. Hanya sebuah tempat tidur kayu. Aroma khas Arashlah yang membuat kamar ini terasa berbeda, membuat debar jantung Nayma terasa menggila. Nayma du

