Arash menghentikan langkahnya. Baru tadi siang dia berdebat dengan ayahnya karena membicarakan soal Nayma, kali ini sepertinya Dax ingin mengungkitnya kembali. "Ayah tidak perlu tahu urusanku," sahut Arash ketus. "Bagaimana pun aku masih ayahmu, tentu saja aku harus tahu apa yang akan kau lakukan. Apalagi itu menyangkut suku Zath," sahut Dax. "Aku tahu mana yang baik dan buruk untukku, Ayah. Ayah lebih baik tak perlu ikut campur," balas Arash. Dax terkekeh dengan suara lumayan keras. "Kau sudah besar rupanya sekarang," kata Dax. "Apalagi yang kau pikirkan, Arash? Dia adalah pasangan takdirmu dan kalian berdua tampak saling mencintai," lanjut Dax. Arash memicingkan matanya menatap Dax. "Harusnya Ayah tahu apa yang aku rasakan jika Ayah memang benar mencintai Ibu," ujar Arash sambil be

