24. Di Atas Pohon Jariya

1045 Kata

Arash membatalkan niatnya yang akan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Pembicaraan dengan ayahnya tadi membuat pikirannya tidak nyaman. Dia sangat kesal, tapi tidak tahu cara melampiaskannya. Dia kemudian mengikuti kata hatinya untuk berbalik menuju kapal ayah Nayma. Hanya gadis itu yang bisa membuat perasaannya menjadi lebih baik. Tangan Arash hampir saja akan mengetuk jendela kamar gadis itu saat dengan dorongan pelan jendelanya tiba-tiba terbuka. Arash berguman pelan, menyatakan keteledoran Nayma yang tidak menutup jendelanya dengan benar. Dengan sekali lompatan, Arash masuk ke kamar Nayma dan mengendap agar tidak menimbulkan suara. Dengan mengandalkan cahaya samar dari pelita yang tergantung di kamar, Arash bisa melihat wajah Nayma yang sudah tertidur pulas. Dia tersenyum karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN