23. Melawan Takdir

1065 Kata

"Ke mana saja kau selama beberapa hari ini?" Arash baru saja mau memasuki kediamannya saat suara berat itu menyapanya. Dia membuang napas, sepertinya keinginannya untuk segera tidur tidak bisa dilakukannya. "Hanya berkeliling, Ayah," sahutnya tidak peduli. Hari masih larut, mungkin sebentar lagi pagi. Sepertinya Dax, ayahnya baru saja kembali dari tugasnya memantau keamanan sukunya. "Kau dari tempat gadis itu?" Tebakan Dax tepat sasaran. Arash diam, tidak ingin menyahut pertanyaan ayahnya karena akan ada pembicaraan panjang jika dilanjutkan. "Ayah tidak perlu bertanya jika sudah tahu jawabannya," sahutnya sambil berlalu. "Bisakah kita berbicara sebentar seperti layaknya ayah dan anak?" tanya Dax menahan Arash yang akan meninggalkannya. Arash menarik napas panjang dan berbalik menuju ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN