Nayma terdiam selama beberapa saat saat melihat Arash berada tepat di depannya. Dia terlalu kaget sampai tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. "Aku merindukanmu," bisik Arash kemudian. Arash mendekat dan menyentuh wajah Nayma perlahan. "Apakah kau akan membiarkanku berdiri seperti ini terus?" tanyanya. "Apakah kau mau masuk?" tanya Nayma dengan wajah bingung. Arash tertawa pelan dan dengan cepat melompat masuk ke kamar Nayma. "Ayahmu akan marah jika tahu aku diam-diam masuk ke kamar putrinya," kata Arash setelah masuk ke kamar Nayma. "Ke...kenapa kau tiba-tiba ada di sini?" tanya Nayma heran. Arash seperti tidak peduli dengan wajah Nayma yang terlihat kebingungan. "Bukankah aku sudah mengatakannya tadi." Kali ini Arash berbisik tepat di telinga Nayma dan membuat gadis itu

