Nayma membalikkan badannya dengan gelisah. Sepertinya malam sudah begitu larut dan dia belum juga bisa memejamkan matanya. Arash baru saja mengantarkannya pulang ke kapal ayahnya. Berkat Arash, jarak antara desa suku Zath dan kapal ayahnya terasa dekat. Hanya dengan beberapa kali lompatan, tiba-tiba saja mereka sudah berada di kapal ayahnya. Padahal dia masih belum mau melepas pelukan Arash dan merasa nyaman dalam gendongannya, Arash sudah menempatkannya di tempat tidurnya. Rasanya masih tidak rela saat Arash pamit dan meninggalkannya sendiri. Beberapa hari yang dihabiskannya bersama lelaki itu membuatnya merasa sangat bergantung pada Arash. Walaupun lelaki itu berjanji besok pagi dia akan datang kembali dengan rutinitas seperti biasa di kapal ayahnya. Ayah dan ibunya pasti sudah tertidu

