BAB 5

723 Kata
BAB 5PERJANJIAN PRANIKAH Karina memutuskan untuk mengajukan surat perjanjian pranikah. Inilah perlawanan terakhir ia sebelum menyerah dan menerima jadi pengantin Ardi tiga hari mendatang. Sesuai janjinya, Widya membawa Notaris untuk memenuhi permintaan Karina tentang pranikah itu. Ardi juga hadir. Sengaja dipilih malam hari, karena siangnya semua sibuk termasuk Karina yang harus ke kantor. 1. Karina diberikan hak penuh untuk mengelola gedung yang menjadi hadiah pernikahan dari keluarga Bagaskara. 2. Karina diizinkan untuk bekerja pasca menikah. 3. Jika Ardi terbukti selingkuh maka ia harus bersedia menceraikan Karina dengan damai tanpa dipersulit dan tak ada pembagian gono-gini. 4. Jika Ardi terbukti selingkuh. Karina mendapat uang ganti rugi sebesar 10% dari total kekayaan Ardi Bagaskara. "Hanya itu, sayang?" tanya Widya pada Karina? "Ya." "Baik, kami menyetujuinya, tapi kalau kau yang terbukti berselingkuh bagaimana?" Widya bertanya lagi. "Itu tak akan pernah terjadi," jawab Karina. "Kalian bisa mengajukan hal yang sama padaku." Karina yakin. "Tidak! Keluarga Bagaskara percaya padamu." Semua selesai. Widya dan Notaris meninggalkan ruangan, anehnya Ardi tak kunjung pergi membuat Karina salah tingkah. "Kamu gak pergi juga?" "Aku ingin bicara sebentar denganmu." Ardi bicara dengan wajah serius. "Tentang?" tanya Karina lagi. "Pernikahan kita,” kata Ardi. "Aku kira kau akan membatalkan pernikahan ini. Ternyata kau licik juga, menggunakan pernikahan ini untuk memerasku. Ternyata ini wajah aslimu." Ardi sedikit melontarkan kata-k********r, Karina merasa sakit hati dengan perkataan Ardi itu. "Memangnya kau mengharapkan apa dari pernikahan ini?" tanya Karina. "Pantas saja ibuku sangat memaksa untuk menjadikanmu menantunya. Ternyata kau persis seperti ibuku. Padahal aku membayangkan rumah tangga yang biasa pada umumnya. Penuh cinta kasih, saling percaya dan saling mendukung. Kemana Karina yang dulu ceria tulus.” Ardi mulai meragukan. "Awalnya aku juga berpikiran begitu, tapi setelah tahu kau pernah tinggal bareng dengan Stevie di Australia dulu. Semua jadi berubah. Yang tersisa adalah rasa kecewa dan rasa takut,” ujar Karina. "Kau masih membahas itu? Kau cemburu pada Stevie? Berapa kali aku katakan dia hanya masa lalu. Sudahlah kau pasti tak mau kalah. Sampai jumpa nanti di hari pernikahan. Jangan lupa makan ya, kamu sudah kurus, aku suka wanita yang berisi." kata Ardi sambil menunjuk pada dadanya seperti mengejek dan tersenyum jahil. Ada sesuatu yang mencair di hati Karina. Benarkah ia terlalu kejam pada calon suaminya itu. Sebenarnya hubungan Karina dan Ardi baik malah mesra namun setelah insiden di hotel itu, jadi ada hal yang berbeda. Selalu curiga dan tak percaya. Karina takut dibohongi di belakang dia main api dengan wanita lain. Dia berusaha menjaga dan setia peda pernikahannya sementara sang suami terus berganti cinta. Karina seperti dipaksa berubah jadi orang yang tak ia inginkan. Namun pernikahan sudah di depan mata. Entah bagaimana nanti ia menjalani hidup isatu atap dengan perasaan yang membingungkan ini. Teringat saat foto Preweding di Eropa bulan lalu. Karina merasa sosok Ardi pria yang sangat sempurna. Baik, bertanggung jawab juga romantis. Tak segan ia membelikan hadiah-hadiah kecil untuk Karina. Jepit rambut, gantungan kunci sampai boneka kecil ia belikan sebagai tanda pengingat akan tempat-tempat yang telah mereka kunjungi. Barang branded juga Ardi belikan, hanya saja untuk urusan itu, Karina lebih suka memilihnya sendiri. Ia suka barang mewah yang nyaman di badannya bukan mahal tapi tak nyaman dipakai. Kyoto, Osaka, Milan, Torino dan Faroe Island jadi saksi kemesraan Ardi dan Karina waktu itu. Andai waktu bisa diputar, ia ingin menghapus bagian saat ia berada di depan pintu kamar hotel itu. Bagian yang membuatnya terus curiga dan meragukan cinta Ardi. Bak nila setitik rusak s**u sebelanga. Perasaan cinta yang dulu indah bersama Ardi, berubah jadi rasa kecewa. Kurang dari 36 jam lagi ia akan menjadi istri sah Ardi Bagaskara. Namun Karina masih bingung dengan perasaan dan suasana hatinya. (Mari kita bangun sebuah pernikahan yang indah bersama. Nyonya Ardi Bagaskara. ) Sebuah pesan menyadarkan lamunan Karina di balkon apartemennya. Pesan dari Ardi dengan emoticon love. ( Maksud?) (Aku masih Ardi yang dulu, yang menyukai Karina apa adanya.) (Gila) (Ya. Aku gila setelah bertemu kamu tadi. Jadi rindu lagi. Hehehe) Karina melemparkan ponselnya ke atas sofa. Pesan-pesan dari Ardi malah membuat kepalanya pusing. Lalu suara bel berbunyi. Karina membukakan pintu. Ternyata Itu Mathew mantan kekasih Karina. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat Karina terkejut. “Matt kenapa di sini?” tanya Karina sesaat setelah membuka pintu. "Karina. Aku siap membawamu kabur dari pernikahan ini." Mathew tampak serius mengatakannya. “Maksud?” tanya Karina syok. Wah Karina pilih kabur gak ya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN