BAB 39

1076 Kata

BAB 39GUGURKAN ATAU PERTAHANKAN Setelah selesai meeting Ardi lalu menelepon balik Hani. Hani masih menangis di atas sofanya. Suara dering ponsel membuat ia berhenti sejenak. “Ada apa Hani? Tadi kamu menelepon, aku sedang meeting tadi. Ada apa?” Hani hanya diam bingung harus menjawab apa. Ia tak tahu kenapa tadi menelepon Ardi. Tak ada balasan Ardi jadi khawatir. “Halo, Hani. Kamu masih di sana?” “Ma-ma-masih,” Hani tergagap. “Ada apa?” tanya Ardi lagi. “Nanti saja lah, kamu pasti sedang sibuk sekarang.” Hani tahu pasti dia terganggu. “Tidak, aku gak sibuk. Kamu kenapa?” Ardi merasa Hani sedang tidak baik-baik saja. Ia orang yang jarang meneleponnya dan biasa jika ditelepon ia sering bersikap ketus. Tapi sekarang Hani diam saja, pasti ada sesuatu. Hani mendengar Ardi menanyakan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN