Selama perjalanan menuju supermarket, Cia dan Al terus mengobrol tentang banyak hal. Mulai dari hal-hal ringan, hingga sesuatu yang lebih dalam—termasuk perasaan mereka. Cia menggigit bibirnya ragu sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya, "Al, aku boleh tanya sesuatu?" Al yang sedang fokus menyetir meliriknya sekilas. "Apa?" Cia menarik napas, berusaha merangkai kata. "Hubungan kita ini... bukan hubungan sementara kan? Maksudku, ini bukan sesuatu yang bakal berakhir begitu saja, kan?" Al mengerutkan kening, lalu menoleh sebentar sebelum kembali fokus ke jalan. "Cia, aku bukan laki-laki yang suka main-main dengan perasaan orang." "Bukan itu maksudku..." Cia buru-buru menimpali, merasa kata-katanya tadi terdengar seperti keraguan pada Al. "Kenapa nanya kayak gitu?" Al bertanya bali

