"Cia sekarang tinggal bersama keluarga Bastian, Bos. Anaknya itu seorang polisi." Informasi dari anak buahnya itu membuat rahang Bram menegang. Matanya menyipit, menandakan ketidakpercayaan yang bercampur dengan kemarahan. "Polisi? Kau yakin dengan informasi ini?" Suaranya dingin, namun penuh tekanan. "Yakin, Bos. Cia sekolah di SMA Kartika sekarang. dan yang mengurus semua kepindahan Cia itu adalah Bastian. Tapi kita juga tetap harus hatu-hati, karena Cia dilindungi seorang polisi." Bram menggeram pelan. "Sepertinya kita akan kesulitan.?" gumamnya, lebih pada dirinya sendiri. Tatapannya tajam menelusuri wajah anak buahnya, sebelum akhirnya ia memberi perintah dengan suara rendah namun mematikan, "Culik dia saat di sekolah. Bagaimanapun caranya." Keesokan harinya, seperti biasa, Alvar

