Bersatunya Kembali Hati Yang Terbelah

2102 Kata

Raymond melangkah masuk dengan hati-hati, berusaha tidak menimbulkan bunyi sedikit pun. Udara di dalam ruangan kecil itu terasa sunyi, hanya suara lembut napas Elena yang mengisi kekosongan. Elena meringkuk dalam posisi tidur seperti bayi, kedua tangannya memeluk tubuhnya yang melengkung seolah mencoba melindungi dirinya sendiri dari dunia luar. Raymond berjongkok di samping Elena, mengamati wajah wanita itu dengan perasaan yang sulit diungkapkan. Saat cahaya remang dari lilin kecil yang dipasang Elena untuk menerangi rumah pohon menyoroti wajahnya yang tampak lelah—dan Raymond bisa melihat sisa-sisa air mata yang masih mengering di pipinya. Hatinya terasa mencelos. Rasa bersalah dan sakit hati menghantamnya seperti gelombang yang tak berkesudahan. Kesadaran bahwa air mata itu ada kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN