Jasmine sedang menguncir rambut keponakan Rhein, Lulu saat pemuda itu menuruni tangga menuju lantai satu tempat mereka berada saat ini. Mereka duduk di lantai beralaskan karpet tebal nan empuk sambil menonton tayangan kartun tentang putri dan penyihir di panel layar datar berukuran enam puluh inchi yang terpasang di dinding di depan mereka berada sekarang. "Tante, itu kenapa nenek sihir nggak suka sama putrinya? Kan dia cantik?" "Tuan putri sukanya selfie terus karena ngerasa cantik, dia nggak mau nolongin ibunya lagi di dapur." "Nenek sihir itu ibunya, Nte?" "Itu neneknya. Kesel karena punya cucu pemales." "Ih, tapi aku nggak males loh, Nte. Suka tolongin ibu kalo lagi beresin rumah. Iya kan, bu?" Mia yang berada tak jauh dari mereka mengangguk. "Iya, Kak Lulu suka nolongin ibu."

