41 Kembali lagi

1769 Kata

Hampa Dia tidak tahu mengapa masih bisa bernapas sampai saat ini Mengapa kakinya masih sanggup menopang tubuhnya dengan tegap? Mengapa dia masih bisa melihat semuanya? Harusnya semua yang ia rasakan saat ini adalah kehampaan seperti yang ia rasakan beberapa jam yang lalu saat gadis yang paling ia cintai menutup matanya. "Rhein." "Rhein." Sebuah tepukan lembut menyadarkan pemuda itu dari lamunannya. Matanya yang tampak kosong. "Rhein dengerin mamah, Jasmine belum meninggal. Kondisinya memang kritis, tapi dia masih hidup." Nana mengguncang bahu Rhein yang masih tampak syok. Sudah tiga jam berlalu, dan anak laki-lakinya itu masih duduk termangu dengan pikiran kosong di depan ruang ICU tempat Jasmine kini dirawat secara intensif. "Kamu harus kuat, demi dia. Jangan kayak gini." Wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN