Saat berada di luar ruang periksa, ia kembali berjalan-jalan menunggu proses bukaan bertambah di sela-sela kontraksinya. Sementara Rhein mengekori Jasmine seperti orang linglung di belakangnya. "Rhein." "Iya, sayang?" "Kamu udah urus kamarnya?" Rhein menepuk jidatnya. "Aduh, lupa." Jasmine tertawa. Sesaat kemudian Rhein segera berlari menuju resepsionis. Karena sudah memesan kamar sebelumnya, proses registrasi tidak berlangsung lama. Mereka kemudian segera menuju kamar rawat Jasmine yang berukuran besar. Jasmine menggelengkan kepalanya melihat fasilitas kamar rawat itu. Rhein tidak pernah tanggung-tanggung kalau urusan istrinya. Bahkan Jasmine ingat mereka sering berselisih saat Rhein selalu membawa Jasmine kerumah sakit dengan pelayanan yang tidak sesuai dengan tanggungan asurans
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


