Mobil travel menurunkanku di lobby bandara pagi itu. Segelintir orang masih duduk-duduk menunggu waktu cek ini. Kuambil ponsel di saku celana. Beberapa kali menggeser layar dan mematikannya. Kusimpan beberapa nomer penting kemudian membuang sim card-nya ke tong sampah. Tak 'kan ada yang mencariku 'kan? Kulangkahkan kaki menuju tempat cek in. Petugas bandara memeriksa tiket pesawat juga barang bawaan dan tubuh kami tentu saja. Alat detektor logam berbunyi nyaring. Ah ... kalung berbandul cincin itu penyebabnya. "Maaf, Mas, bisa dilepas," ucap petugas bandara. "Oke. Saya simpan di dalam tas saja," kataku. "Itu nggak bisa dibawa, Mas," ucapnya lagi. Aku mengernyit. Mana mungkin kuserahkan begitu saja cincin ini kepada petugas bandara. Segera aku menepi dan berbicara lirih padanya. "Bera

