Bab 32. Aku Menyerah

1407 Kata

Aku mengerjapkan mata ketika sinar matahari yang memantul dari kaca jendela menyilaukan mata. Kubalikkan badan menjadi terlentang. Aku mengucek mata dan mencoba menangkap bayangan pada pupil yang masih memburam. Hal pertama yang kulihat adalah lemari plastik gambar barbie. Kemudian, meja kecil dan kipas angin. Buru-buru aku membuka mata. Ini bukan kamarku. Aku lantas bangkit. Namun, rasa nyeri di kepala tiba-tiba mendera. Akhirnya aku hanya diam seraya mengurut kening yang terasa pusing. Kurasakan hawa dingin dari kipas angin, aku telanjang d**a. Dan aku mulai mengingat-ingat kejadian semalam. Astagfirullah, apa yang terjadi? Aku mencoba menyusun potongan kejadian semalam yang hanya kuingat beberapa saja. Terakhir aku minum dan, ya, aku ingat bertemu dengan Kinan. Apa benar-benar Kinan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN