Kimi terjaga saat jarum jam menunjukkan pukul satu malam. Dia melihat ke samping dan mendapati Kalva yang tertidur nyenyak di sampingnya. Wajah Kalva terlihat sangat tampan bahkan dalam keadaan tidur seperti ini. Jemari – jemari mungil Kimi terasa gatal untuk segera menyentuh wajah bak dewa yunani kuno di hadapannya. Namun rasa laparnya mengalahkan rasa penasarannya. Kimi sendiri bingung dengan perubahan dalam dirinya. Padahal dia jarang sekali terbangun dan merasa lapar. Pelan – pelan Kimi turun dari tempat tidur. Dia ingin memeriksa di dapur, siapa tau ada sesuatu yang bisa dimakan untuk mengganjal rasa laparnya. Kimi berjalan sepelan mungkin, menuruni tangga dengan pelan hingga sampai di pintu dapur. Wajahnya merengut kesal karena tidak ada makanan sama sekali yang bisa di

