Daniel terbangun meringis menahan pusing yang menderanya. Pandangannya menyapu setiap sudut kamarnya yang berantakan. Dahinya mengerut bingung mendapati dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Matanya langsung terbuka sempurna saat melihat bercak merah kehitaman yang tercetak jelas di seprai putih yang menutupi tempat tidurnya. “Apa ini?” gumamnya lirih. Tiba – tiba kilasan kejadian semalam berputar putar di dalam kepalanya. Saat Andini menjemput dirinya, saat Andini mengantarnya ke kamar dan saat... “ARGGHHH!!!! Teriak Daniel penuh amarah. Tidak... dia tidak mungkin melakukan itu pada Andini, kan? Secepat kilat Daniel meraih celana boxer miliknya dan memakainya. Dia mencari keberadaan Andini di setiap sudut rumahnya. Namun hasilnya nihil. Gadis

