“Nenek masih ingin mengirimku ke sana?.” Tanya Arabelle terlihat khawatir. “Ucapan Julian membuatku ragu jika aku telah mengambil keputusan yang benar. Malam itu, Nicholas datang padaku, dia menangis memohon agar tidak membawamu pergi dari sisinya. Dia sangat tersiksa dan berjanji akan menyelesaikan semuanya secepatnya. Aku sudah memberikannya kesempatan, jika Nicholas masih belum menangkap semua orang yang terlibat pada ibumu, aku akan mendengarkan semua pendapatmu, bukan pendapat siapapun lagi.” Kali ini Arabelle tersenyum lebar mendengarnya, kali ini Arabelle merasa mendapatkan keadilannya sendiri. “Jadi, nenek tidak akan mengirimku?.” “Mungkin sebaiknya Mina yang aku kirim ke Inggris dan menyekolahkannya di asrama.” “Aku sayang nenek” ucap Arabelle dengan senyuman puasnya tidak b

