“AYAH!” Arabelle berlari keluar dari dapur dengan nampan di tangannya, langkah kakinya bergerak cepat mendekati Nicholas dan meletakan masakan yang di buatnya di atas meja. Raefal berdeham menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan tangan melihat semangkuk udang dengan beberapa sayuran dan potongan tahu yang sedikit menghitam entah karena kecap atau karena gosong. Di sebelahnya ada sepiring daging bakar dengan lobak di bumbu merah yang memiliki bau sedikit perengus. Entah apa yang Arabelle pakai dalam bumbu itu hingga bisa membuat makanan secepat itu dalam tiga macam. “Terima kasih Ara. Ayah akan memakannya di rumah sebelah, nikmati waktumu bersama Rae.” “Habiskan makanannya Ayah, jangan membuangnya. Ayah janji kan?.” Ancam Arabelle dengan penuh harap karena ini untuk pertama kalin

