1

1005 Kata
Siapa yang tidak ingin menjadi orang kaya? Sesering apapun kita mengatakan 'uang bukan segalanya' tetap saja hal itu tidak akan terlepas dari kehidupan fana ini. Bagi orang yang terlahir dengan gemilang harta mereka tidak akan merasakan seberapa pentingnya uang Logam, dan sayang nya mereka juga tak menyadari seberapa bahayanya uang kertas yang ditumpuk tebal itu. Seorang gadis berusia 17 tahun sedang menginjak kelas 3 SMA, ia tinggal jauh dari orang tua dan merantau sendirian. Namanya Heyla Deshan. Sekarang gadis itu sedang berjalan dengan tas punggung yang berada dibelakangnya. Rambutnya ia kucir kuda dengan kacamata yang bertengger di hidungnya. Sebenarnya matanya sangat sehat, ia menggunakan itu agar terlihat lebih cupu diantara teman-teman modisnya karena ia ingin mencari orang yang berteman tanpa melihat penampilan. "Ela!" Teriak seseorang dari kejauhan, Heyla pun membalikkan badannya. "Ika!" Balas heyla sambil merentangkan tangannya Perempuan itu langsung berlari menerjang heyla, tangannya juga sudah merangkul bahu temannya itu. "Dah siap tugas?" "Kali ini siap setengah" "Mantep... gue salin yah setengahnya gue minta Udy" Mereka pun berjalan ke kelas baru mereka. Ruangan dengan tag 12 IPA 3. "Udy! Gue minta tugas lo yah, gak gue salin semua suer" Serobot Ika pada Udy yang duduk di mejanya "Woi buku gue jangan ditarik nanti sobek!" Omel Udy "Ish pelit banget lo dy, gue cuman siap lima soal. Minta sisanya yah beb, Ummmtueh" lanjut Heyla Dengan pasrah Udy membiarkan dua teman kocaknya itu menyalin tugasnya yang sudah rapi. Heyla dan Ika termasuk golongan perempuan unik disekolah. Jika ada yang bertanya siapa perempuan yang akrab dengan semua cowok angkatan maka jawabannya adalah dua nama itu. Mereka juga sangat bar-bar bahkan tidak gengsi untuk kejar kejaran di koridor. "Gusy!"teriak seorang murid laki-laki yang baru saja muncul di pintu kelas "Berita terkini dari Siaran A.N.T.E.N.A, Antena! Hari ini kelas kita akan kedatangan murid baru yang guanteng.... markotop deh, penasaran....??" Ucapnya sambil dengan gaya dan logat kemayunya "Seriusan? Siapa terus pindahan mana?" Sahut murid yang lain "Berdasarkan info yang saya terima dia pindahan dari luar negeri, itu saja infonya untuk hari ini saya Rico alis Rachel undur diri" Akibat berita yang dibawakan Rico si laki-laki biang berita terikini, para siswa asik heboh membahas calon murid baru yang pindahan luar negeri itu. "Alah sok heboh" ucap Udy "Kalo ganteng gabungin ke tim kita yakk" sambung heyla Kehidupan heyla memang sangat membaik sekarang. Semenjak ia pindah ke sekolah yang jauh ini dan tidak memberi tahu identitasnya, ia pun punya sahabat yang menyenangkan. Menjadi dirinya sendiri dan merasa bebas. Ia juga merasakan bagaimana beberapa bahkan banyak perempuan sekolah yang membencinya karena sangat bar-bar, ceria dan mudah dekat dengan semua cowok. Laki-laki terdingin disekolah mereka aja bisa bersahabat dan malah sangat akrab dengan Heyla. Dikantor guru sudah ada seorang laki-laki yang duduk dengan seragam SMA nya. Keputusan ayahnya yang tiba-tiba dan mengesalkan itu tidak bisa ia hindari sama sekali. "Jadi namanya siapa?" Tanya guru Tata usaha yang masih sangat muda dan terlihat tertarik dengan Siswa barunya "Aland, Aland Delbert" ucapnya datar Guru tata usaha itu langsung menyangguk dan mengambil beberapa berkasnya untuk di urus. Ia juga memanggil guru wali kelas Aland untuk mengantarnya ke kelas. Disana Aland benar benar menjadi center poin bagi pada guru. Setelah menyelesaikan segala administrasi dikantor akhirnya aland mengikuti guru wali kelasnya yang berjalan didepan. "Selamat pagi semuanya" "Pagi buk" Meski menjawab salam dengan lengkap perhatian semua siswa menuju sosok laki-laki yang berjalan dibelakang gurunya itu. "Ya ampun, rekor muri sekolah kita" ucap Ika "MasyaAllah, Subhanallah, apa lagi yang harus gue ucapin ka?" Tanya heyla "Takbir!!" Bughhhh "Gak cocok b**o" ucap heyla setelah memukul bahu Ika "Perkenalkan nama saya Aland Delbert" Ucapnya memperkenalkan diri. Semua siswa menunggu kelanjutan perkenalan diri siswa baru itu. Tapi mereka semua harus kecewa karena tidak ada hal lain yang ingin Aland katakan "Itu saja?" Tanya bu guru dan dijawab anggukan oleh Aland "Kalau begitu kau bisa duduk di.... oh di situ" tunjuk bu guru pada bangku sebelah Udy Aland langsung berjalan ke bangku yang di tunjuk. Udy memang satu-satunya yang duduk tanpa teman sebangku dikelas mereka. Udy pun menyambut teman sebangkunya itu dengan seyuman. Dan tanpa sepengetahuan Aland dirinya sudah pamer ke Heyla dan Ika karena punya teman cogan sekarang. Pelajaran pun dimulai dengan hikmat meski ada anak-anak nakal yang sudah melancarkan aksinya pada jam mata pelajaran pertama. Contohnya heyla dan Ika, di laci mejanya ada snack ringan yang mereka makan diam-diam sambil memperhatikan didepan. Saat guru menulis mereka akan memanfaatkan kelengahan itu. "La?" "Hm?" "Perhatiin deh, Malia kali ini gak fokus loh" Heyla pun langsung mengalihkan pandangan nya ke perempuan bernama Malia yang duduk di pojok depan. Sesekali perempuan itu bertingkah aneh untuk melirik seseorang, ketika heyla mengikuti arah pandangnya ternyata Aland lah yang ia perhatikan sejak tadi. Tanpa sengaja Malia menyadari Heyla tahu akan tingkahnya. Merekapun berkontak mata seperti tercyduk sesuatu. Malia langsung memutuskan kontak mata itu seperti tak terjadi apa-apa. "Tercyduk dia, malu pasti" ucap heyla sambil memasukkan makanan ke mulutnya tanpa memperhatikan sekitar "Heyla!" Panggil sang guru Jari telunjuk heyla masih bertengger dimulutnya, semua siswa sudah memandang heyla yang namanya kena sebut itu "Hehehe.... maaf buk" cengirnya Dengan santai dan menahan tawanya Ika duduk dengan tenang dimeja mereka. Sedangkan Heyla berdiri didepan pintu dengan bungkus snack yang di gantung dilehernya. "Hai....hai.... oh hai" Setiap ada siswa yang lewat dari depan kelas mereka heyla menyapanya pelan sambil tersenyum sumringah. Karena jam pelajaran masih berlangsung hanya beberapa siswa yang permisi saja yang lewat darisana. Begitulah heyla sekarang, ia bahagia dengan kehidupan sederhana yang ia rencanakan semenjak kejadian Naas menimpanya. Saat masih dikenal sebagai anak dari keluarga 'Taren' semua orang sangat segan dan ingin mendekatinya, dimatanya semua wajah itu seolah-olah menyenangi dirinya dengan tulus. Bukan karena ingin sesuatu. Tapi yang namanya topeng pasti tidak menempel sempurna diwajah. Heyla menyadari perilaku dan tingkah orang-orang itu padanya. Termasuk pengkhianatan kekasihnya sendiri yang mendekatinya karna harta dan ketenaran yang heyla punya. Akhirnya heyla terpuruk dan melakukan rencana gilanya itu. Menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup yang baru.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN