POV Syifa Aku bahagia saat Papa Kak Wisnu mulai mau menerimaku. Bahkan katanya yang menolongku saat ada yang melecehkanku adalah mertuaku itu. Aku memang pingsan saat tangan pria asing itu menghantam wajahku dengan keras. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika sampai tidak ada yang menolongku, akan jadi apa diriku saat itu. Mungkin aku akan menghilang dari dunia jika sesuatu buruk terjadi padaku. Di setiap musibah pasti ada hikmah, mungkin itu yang terjadi padaku. Aku terluka, kehilangan, tapi pada akhirnya mendapatkan ganti dengan bisa diterima oleh keluarga Kak Wisnu. Bukan berarti aku menukar nyawa anakku dengan kebahagiaanku, aku tetap bersedih karena kehilangan dirinya. Tapi dia sudah bahagia di alamnya. Kembali bekerja adalah hal yang sangat membahagiakan bagiku, Kak Wis

