“Iya, Sayang.” Alex balas tersenyum, tangannya terulur mengusap rambut anak gadisnya penuh kasih. “Mommyyy, Daddyyy! Laura benar-benar nggak ngelakuin semua ini!” rengek Laura, suaranya pecah penuh isak. “Mommy sama Daddy percaya kan sama Laura?” Alex menunduk, mengusap pipi Laura dengan lembut. “Ssshh… iya, Sayang. Daddy percaya.” Tapi Angel justru tampak gelisah, matanya tajam menatap Alex. “Mas! Bukan masalah percaya atau nggak. Kita sih yakin Laura nggak akan ngelakuin hal segila itu. Tapi masalahnya, gimana cara kita meyakinkan warga yang sudah terlanjur murka ini?” Laura terisak makin keras. Angel menoleh tajam lagi pada suaminya. “Ini semua gara-gara Mas! Mas terlalu manja sama Laura. Coba kalau dari awal Mas nggak gampang ngizinin dia ikut camping, semua ini nggak bakal ter

