Beberapa jam kemudian, setelah Ibu Alika siuman dari pingsannya... “Bagaimana saksi, sah?” tanya Pak Penghulu mantap. Sorakan kecil terdengar, dan semua warga bersorak lega karena akhirnya Gavin dan Laura resmi dinikahkan. “Ingat, ya!” bisik Laura tepat di telinga Gavin dengan nada menusuk. “Pernikahan ini cuma karena rasa kemanusiaan aku, Daddy, dan Mommy-ku—karena kasihan lihat Mamah kamu sampai pingsan. Jangan GR! Jangan pernah berharap lebih dari pernikahan ini.” tegasnya, kali ini lebih keras, membuat Gavin memejamkan mata dan membuang napas kasar, pelipisnya diurut berkali-kali. “Ya Tuhan…” gumamnya dalam hati. “Hidup macam apa yang bakal gue jalanin sama cewek sebar-bar ini?” Sementara itu, para warga menggeleng-geleng sambil berkomentar sinis. “Dasar anak muda zaman s

