Setelah lebih dari lima jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di Jakarta, tepat di rumah besar milik Alex. “Ayo, Nak Gavin, masuk!” ajak Alex sambil tersenyum ramah. Angel pun mengangguk, mempersilakan mereka masuk. “Oh iya, terima kasih, Om, Tan,” jawab Gavin sopan, langkahnya tenang meski sedikit lelah. Baru juga mereka melangkah, suara cempreng penuh semangat langsung menyambut. “Ya ampuuuun! Non Lauraaa!” teriak seorang perempuan paruh baya, yang tak lain Mbok Ijah, asisten rumah tangga yang setia sejak lama. Ia langsung menubruk Laura dengan pelukan. “Gadis kecil manja kesayangan Mbok, sekarang beneran sudah punya suami? Astagaaaaa, Mbok sampe gemetaran liatnya!” Laura langsung manyun. “Mbok, jangan lebay ah!” Tapi Mbok Ijah tidak peduli. Matanya kini menatap Gavin d

