Author POV Keith mendengar ada suara pintu diketuk dan ketika dia membukanya, tampaklah Alan di sana. Dia membawa Paper bag kecil berwarna coklat di tangan kanannya. "Tuan, ini dia yang Anda pesan," ucap Alan seraya menyerahkan Paper bag itu pada Bosnya. "Terima kasih, Alan. Sungguh merepotkan sekali kalau wanita sedang period (datang bulan)," gerutu Keith. Dia menerima Paper bag itu dan tanpa sadar sudah mencurahkan isi hatinya. Alan sudah menduga kalau sang bos besar sedang uring-uringan karena tidak mendapat jatah dari kekasihnya. "Masuklah dulu, Alan!" perintah Keith kepada asistennya. "Baik, Tuan," ucap Alan patuh. Alan melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam. Dia sebenarnya tak enak tapi mau tak mau masuk juga karena bosnya yang memerintahkan. "Duduklah di sofa itu. Jangan ta

