89

1211 Kata

Wanita itu menjerit, bak kesurupan, dia menangis sambil berusaha mengais udara karena dadanya yang sesak terbentur, Mas Faisal panik dan berusaha menolong sementara si tukang fitnah itu makin menjadi jadi saja dramanya. "Ouh, aku sesak mas, a-aju akan mati," ujarnya penuh drama, ia meremas baju Mas Faisal dengan napas terengah. Aku tertawa melihatnya bersandiwara. "Hmm, untung bukan aku yang mendorong, kalau aku yang dorong pasti kamu akan makin menjadi," ucapku sambil menyilangkan tangan. Wanita itu tak menjawab, ia kesulitan bernapas, rambutnya yang panjang tergerai dan wajahnya yang bekas cakaran membuat dia menyeramkan. "Aku akan menuntutmu," ancamnya. "Silakan, aku juga membawa bukti," jawabku. Merasa bahwa situasi makin tidak kondusif, mas Faisal memohon padaku agar aku segera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN