90

1139 Kata

Kuhela napas, kupandangi cakrawala yang berwarna jingga, kuperhatikan burung-burung terlihat berterbangan menuju sarang sebelum hari benar benar petang. Angin bertiup, mempermainkan ujung jilbabku dan mengibas rambut putraku yang juga terdiam menatap langit senja. Cukup, aku juga akan bertanya lagi tentang pandangan dia pada keluarga ayahnya. Anak-anakku sudah terluka banyak kepada keluarga ayah mereka, aku juga bisa menangkap kecewaan dalam mereka kepada ayahnya yang tidak bisa bersikap tegas dan mengendalikan istrinya. Hubungan kami benar-benar sudah seperti benang kusut yang tidak bisa diurai. Lelaki itu juga suka melenceng jauh dari komitmennya yang dulu berjanji tetap akan memperhatikan anak dan menafkahi. Ya bilang dia akan meluangkan waktu dan bertanggung jawab pada pendidikan pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN