*TCMS - DARAH* Hari sudah sangat malam, tapi mata sang gadis ini masih sulit terpejam. Ia dapat merasakan nafasnya yang panas, kepalanya yang sangat pening, badan yang sangat lemas, hingga waktu tidurnya terganggu. Gadis itu terus menerus memegangi kepalanya yang hangat itu. "Aisy, lo nggak apa-apa?" "Gue pusing banget, Mei." Ya, Aisya Syahzeeqava. Sudah satu tahun terakhir ia merasakan rasa-rasa yang menyakitkan yang menerjang tubuhnya. Akibat penyakit yang diidapnya, tubuhkan kian kurus karena tak nafsu makan. Bahkan, Meisya, saudara kembarnyapun kerap jarang berhasil membujuknya. "Mei, sekarang jam berapa?" Tanya Aisya dengan lemas. "Jam setengah dua, Aisy. Em, lo bangun bentar deh. Minum dulu, ya. Sini gue bantu." Meisya membantu Aisya mendudukkan badannya dan menyandark

