*TCMS - UMI* Beberapa saat setelah mengobrol dengan bundanya, Savierra beranjak menuju halaman belakang butik. Udaranya sedang tidak terlalu panas. Savierra mengambil selang dan menghidupkan kran airnya. Ia menyirami tanaman di sana. Selain suka desain baju, bundanya itu juga senang berkebun atau apapun yang berkaitan dengan menanam. Jadi tidak salah jika halaman belakang butik terlihat seperti taman bunga. Bahkan di rumah ayah dan bundanya pun seperti itu. Setelah menyirami tanaman, Savierra memilih untuk duduk-duduk di kursi yang ada di sana. Sembari membaca sholawat, ia memandangi langit siang hari ini. "Sendirian aja, sayang." Savierra menoleh ke belakang saat ia mendengar suara seseorang yang menghampirinya. "Umi," Umi Zahrah tersenyum menatap Savierra. "Umi ikut duduk, y

