*TCMS - SEMAKIN JATUH DALAM* "Biarkan seperti ini dulu. Aku ingin menikmati hariku dengan alunan namamu yang masih semu. Setidaknya sebelum Tuhan menghentikan nafasku, biarkan aku memilikimu walau masih dalam anganku." ¤¤¤¤ Sesampainya di rumah, Meisya menggandeng tangan Aisya menuju kamar mereka. Dyana yang melihatnya hanya geleng-geleng melihat tingkah keduanya. Aisya dan Meisya memang begitu dekat. Wajar saja, mereka saling melengkapi hidup satu sama lain. "Mei, pelan-pelan ih." "Iya makanya lo cepetan. Gue gak sabar mau cerita." Aisya dan Meisya pun sampai di kamar. Baik Aisya maupun Meisya menaruh tasnya terlebih dahulu. Kemudian melepas sepatu dan naik ke atas kasur. "Aisy, lo tau gak, tadi tuh---" "Tunggu dulu, lo mau bahas Pak Azzam, nih?" "Iya lah. Lo pikir gue

