"Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan, mengharapkan senyummu untuk menjadi milikku. Nyatanya itu semua hanyalah sebatas mimpi." --------------------- Jika saja Aleta tau bahwa hari ini kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Dia lebih memilih untuk berada di rumah saja. Guru-guru sedang mengadakan rapat untuk membahas jadwal les murid-murid kelas XII. Sejak kejadian kemarin, Aleta seolah merasakan ada perubahan dalam hidupnya. Dia lebih nyaman berada di kamar daripada harus bertemu teman-teman sekelasnya. Rasanya dia seakan masuk ke lingkungan toxic yang sangat tidak nyaman. Aleta ingin keluar, tapi rasa tidak enak hati kepada teman-temannya selalu berhasil membuat dirinya lagi dan lagi menjadi cewek lemah dan memilih kalah. "Leta lo kenapa?" tanya Dinda bingung dengan sikap Aleta

