Setelah bertemu dengan Devan di kantin tadi pagi, Aleta mulai resah dengan apa yang dikatakan oleh Devan. Dia takut suatu hari nanti dia luluh dan lebih memilih untuk mengkhianati temannya sendiri dan memilih Devan, apalagi jika dia harus mengkhianati Dinda sahabat terbaiknya yang selalu ada disaat dia dalam keadaan senang maupun susah. Selalu menjadi orang pertama yang Aleta beritahu tentang keluh kesah. Dinda memang yang paling perhatian diantara kedua sahabat Aleta lainnya. Aluna dan Faya juga perhatian kepada Aleta, tetapi diantara mereka bertiga hanya Dinda lah yang selalu ada disaat Aleta membutuhkan tempat untuk dirinya berbagi cerita. Setiap persahabatan yang terjalin antara empat orang, pastinya selalu terbagi ke dalam dua kubu. Tidak mungkin jika Aleta tidak menyayangi Dinda.

