43-1

471 Kata

Cassie Ardana membeku dalam pelukan Ramiel. Keduanya tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya. Ia merasakan perasaan risih luar biasa, namu tidak bisa berbuat apa-apa. Telinganya berada tepat di d**a Ramiel dan ia bisa mendengar detak jantung pria itu yang bertalu. Ramiel memeluknya seakan-akan justru pria itu yang mencari ketenangan darinya. Akibat kesadaran itu Cassie menggeliat melepaskan diri dengan segenap kekuatannya. Perlahan Ramiel melepaskannya dengan enggan. Cassie mendongak ke wajah pria itu dan mendapati ia malah memandang ke arah lain. Ada semburat merah di wajahnya. Cassie sendiri merasa pusing dengan begitu banyak perhatian yang datang padanya pada satu waktu dan pada saat yang tidak tepat pula. Jadi ia sama sekali tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Ramiel juga te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN