43-2

944 Kata

Ghaniy tidak akan sadar ia tengah berada di mana jika seorang mahasiswanya menegurnya sambil membungkuk di depan meja kerjanya. “Pak Ghaniy? Apa Bapak tidak apa-apa?” Pria itu mengerjap. Sejenak melepas kacamatanya untuk memijat pangkal hidungnya sejenak. “Saya baik-baik saja. Ada apa?” Mahasiswa itu menatap Ghaniy selama beberapa detik sebelum menaruh setumpuk makalah di depan Ghaniy. Membuat meja kerjanya semakin penuh. “Ini tugas-tugas yang Bapak minta saya kumpulkan.” Ghaniy mengucap terimakasih dengan lirih. Mahasiswa itu menanggapinya dengan anggukan sekali sebelum kembali berkata, “Pak Ghaniy betul tidak apa-apa? Bapak pucat sekali. Apa butuh saya carikan obat...” Ghaniy nyaris kehilangan kesabarannya, namun ia masih bisa menahan ekspresi wajahnya tetap datar ketika ia berkata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN