46

1105 Kata

Ramiel Yusmar menarik napas panjang sebelum ia turun dari dari mobil. Ia sampai rumah ketika langit sudah gelap dan biasanya kedua orangtuanya sudah berada di kamar mereka... Dan benar saja Ramiel mendapati Bapak Yusmar sedang menunggunya di ruang tamu dan langsung mematikan TV begitu Ramiel selesai mengucap salam dan ia membalasnya. “Pekerjaanmu benar-benar sedang banyak, ya?” Ramiel menggumam mengiyakan sambil menggaruk tengkuknya. “Duduklah sejenak dengan bapakmu ini barang sebentar saja dan bukan berarti bapak tidak tahu kalau kamu pasti capek sekali.” Ramiel lalu duduk di sofa tunggal di dekat Bapak Yusmar. Ramiel menunggu dalam diam selama Bapak Yusmar menarik napas panjang beberapa kali dengan punggung yang bersandar di sofa. “Ibumu benar-benar patah hati mendengar kabar kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN