Keesokan paginya Fiora mendapati Ghaniy sekali bangun lebih cepat darinya. Namun kali ini ia tahu pria itu tidur di sampingnya dan masih ada sisa hangat tubuh Ghaniy di sana. Fiora perlahan mengangkat tubuhnya untuk bersandar di kepala ranjang. Ia merasakan serangan migrain, membuatnya meringis. Dengan mempunyai seorang putra yang masih sekolah, Fiora mengikuti kebiasaan anaknya itu untuk tidur cepat setiap malam. Ia bahkan lupa kapan terakhir kali ia begadang. Dan ia baru tertidur begitu Ghaniy akhirnya mengiriminya pesan. Mengatakan kalau ia masih punya setumpuk makalah yang harus dinilai segera... Fiora menatap jendela yang gordennya sudah dibuka oleh Ghaniy. AC sudah dimatikan sejak tadi dan kamar itu hangat dengan sinar matahari. Ia tahu ia terlambat bangun dan entah kenapa ia sama

